Workaholic

 This vast patch of land, suddenly teeming with life, joy, cheers and jeers. It was not a long time ago that I just lived together with my younger brother, now he's seemingly ahead of me on life in just about anything.

Married to a caring wife, had a smart and diligent daughter who's a real animal lover. Last time I saw her, she was on the way to become a top class horse jockey all before even graduating high school. On her free time, she would coddle their 2 horses with an amount of love any child would envy.

And it didn't stopped there, 2 horses weren't enough for them, they're going for a pair of dogs and a kitten to boot.

Now me and my brother are at our twilight years, yet he had so much joy and happiness around him. I was alone all this time. No partner, no real close friend, I barely even talked to our family butler of few years.


Mayora Soul

      It has been three days since the last time Mayora left his apartment. The owner of this small but cozy living space is currently having stormy emotions raging inside.

     On one hand, he cannot stop getting overjoyed from the memories and the sensation of his kiss. He was over the moon whenever he fondly remembered that event.

     As awkward as it might have been, when Timbo hugged him so dearly, when their contrasting figures are so close to each other, when their lips connect.

     Mayora felt nothing but utter delight every time he visualized that over and over again.

     On the other hand, he was also agitated by the fact that it might have been the end of him and Timbo. Mayora saw little to no chance of them being friends anymore, much less of a lover.

Mayora Body

      I have lost it, totally lost it. No way back now. For weeks I can't bring myself to check my phone, I can't open the group messages. Not anymore.

     It has been three weeks since Mayora confessed his romantic attractions toward Timbo, and things have not been well for Mayora. He can't get it out of his head. All the words are playing on a loop inside his brain, time and time again.

     He kept it to himself, not risking any chances. He has not even had any contact with Timbo since. His works are barely affected, thankfully. Things could get from bad to worse if he can't perform his job properly and to the worst if he gets fired because of it.

     Unlike the troubled Mayora, Timbo shows no sign of being conflicted. His regular social media posts are no different from before although his previous posts are mostly club-related activities and the post captions are pretty generic. 

     The bane of being an athlete, I guess. You cannot act to your heart's content anymore. Never mind the 'morally correct thing to do' or 'be a good image to the young one' , a more personal issue is sponsorship and contractual obligations. Serious stuff if you never paid attention to it before. Act wrongly and you have hefty fines to pay.

Mayora Mind

      It was in my second years of high school that I acquainted with them, meeting through sheer luck and fate. I, for one, never heard of them before and vice-versa. We lived in the same city, going through the same middle school even, yet we never met each other in any way, shape, or form. Until that day.


     It was not a 'proper' meeting per se, we meet due to a middleman, in an online video game. There was the usual awkwardness in the first meeting, then came the second, then the third, and so on and so forth. In my third year of high school, we became regular gaming buddies. With no pre-determined gaming schedule,  we just hit up the other party when we want to.

Fire

 There is a fire burning inside me

'Burning'?

There is a fire

'Fire'?


Lusty Ceramics

I live in a castle owned by some pompous prince that liked to party all night. Some might say I lived an easy life, all my needs taken care of by the maids, the prince usually not around and thus giving me a lot of freedom, and the castle itself is nice. Clean and comfortable, not much can be asked for more. But of course, there is something that I craved.

I wanted someone to love, I wished for a partner

I prayed until I fell asleep for years. In this regal quarter, I was the only one made without a counterpart. Tragic.

Tale From the Deep

    The little fish looked in awe, a sight to behold, a gentle-slow moving Whale Shark hovering right in front of his eyes. The juvenile fish can only lay motionless in front of the gaze of the Whale Shark. It was not fear, probably, but some admiration is definitely there, in no small number, no less. The Whale Shark bears some nasty looking scars.


    Battle scars


    The small fish muttered to himself. One was slicing thinly across the Whale Shark large, long body from just behind the left gills to the underbelly. Its aged wound suggests the battle was long gone, but the scar remains nonetheless. One can only argue about the pain it may still cause.


    He may be a fighter, holding on up to 3 enemies at once. Who is he fighting? A group of passing Orcas? Opportunist Great White? Wandering Humans? Who dares to even come up with a malicious intent on this magnificent Whale Shark?

Hobi Baru dan Semacamnya

Jumat, 16 Juli 2021


    Sudah setahun ini aku berhenti main Dota, dan beralih menggunakan laptop untuk keperluan kuliah dan sekarang untuk keperluan sehari-hari. Laptop yang kugunakan tidaklah sekuat komputer, jadi Dota di luar dari kemungkinan jenis hiburan yang bisa dilakukan. Tapi ini tidak menghentikanku untuk mengikuti perkembangan Dota (walau intensitasnya menurun drastis dibanding dulu saat masih aktif bermain) dan terkadang beberapa video di Youtube pun masih kutonton, terutama dari salah satu streamer Dota favorit.

Re: Re: Nilai Dibawa Mati atau Mati Dibawa Nilai

Kamis, 11 Juni 2020


     Postingan pertama setelah hiatus karena tidak ada motivasi menulis. Terima kasih Rivado atas inspirasinya agar aku mau menulis lagi. Postingan ini merujuk pada postingan Rivado (https://rivadotaku.blogspot.com/2018/03/re-nilai-dibawa-mati-atau-mati-dibawa.html) yang merujuk pada postinganku yang dulu.

Pembenaran dan Dibenarkan

Senin, 9 September 2019


     Bertambah usia, makin tinggi jenjang pendidikan, dinamika lingkungan kerja. Itu adalah beberapa faktor pendorong bertemunya kita dengan orang baru, dengan segala macam sifat bawaan mereka yang merupakan misteri, dan tentunya dengan masalah mereka yang akan pada waktunya kita ketahui, baik secara sengaja atau tidak sengaja. Baik tahu dari orang itu langsung atau sekedar mendengar percakapan orang lain.

Saran yang Berguna

Minggu, 16 Juni 2019


     Banyak cara untuk memperbaiki diri, salah satunya adalah dengan meminta pendapat orang lain apa saja kekurangan diri sendiri. Yang mana opini tersebut dapat dijadikan bahan untuk introspeksi diri akan kesalahan dan kekurangan yang mungkin tidak kita sadari karena mencari kesalahan orang lain lebih mudah dibanding kesalahan diri sendiri.

Manja, Disiplin, dan Menyiksa Diri

Senin, 25 Februari 2019


     Post pertama di tahun baru, setelah sebelumnya sedikit sibuk mengurus diri sendiri dan mencari nafkah membiayai makan diri sendiri. Sudah beberapa kali ada ide untuk membuat postingan dengan tema yang bervariasi sebelum ini tapi pada akhirnya niat dipendam dalam-dalam karena masalah progress yang minim dan motivasi yang tidak konsisten. Heee.

Emosi Jiwa

Jumat, 9 November 2018


     Masa remaja bisa dibilang adalah puncak ketidakstabilan emosi. Dengan luapan emosi dan perubahan drastis yang mendadak bisa sering terjadi. Sebuah gejolak emosi yang begitu dinamis. Rasa suka, duka, sedih, bahagia, semangat, fanatisme, benci, apatisme semua bersatu datang secara bergantian mewarnai jalannya kehidupan sehari-hari masa remaja.

Waktu Bebas dan Jam Terbang

Senin, 27 Agustus 2018


     Semarang adalah kota yg relatif sedikit lebih panas dibanding Jakarta. Lebih terik, lebih silau dan lebih merusak kulit. Karena itulah gue suka sekali mencuci dan menjemur sendiri baju di kost, daripada harus berserah diri pada kenyamanan dan kemudahan laundry. 

Semerawu(t)ng

Selasa, 14 Agustus 2018


     Kuliah adalah tempat bersosialisasi yg lebih kompleks dan variatif dibanding SMA, belajar lebih dalam materi-materi yg sebelumnya dipelajari di SMA, dan mungkin yg paling utama, kunci agar mampu bertahan hidup di kehidupan perkuliahan, adalah panjat sosial.

Kelakuan Anak Rohis

Senin, 2 Juli 2018


     World Cup, liburan nunggu masuk kuliah, gabut. Itu status kebanyakan manusia-manusia anggota rohis cowok SMA 68. Demi mengisi kegabutan, maka sering diadakan acara-acara nginep dan kumpul bareng mirip arisan. Gue termasuk yang agak rajin ikut acara begituan karena gue juga gabut dirumah, kerjaannya main komputer doang dan kadang disuruh pergi beli sesuatu. Lalu di hari minggu yang indah kemarin, seseorang yang memiliki jabatan tinggi di rohis berkicau di grup Line;

Game Sebagai Hiburan, Game yang Lebih dari Hiburan

Sabtu, 23 Juni 2018


     Tulisan ini didedikasikan tidak secara khusus untuk Mika, Dirham, Dhafin, Kemas, Hilman, Fachran, Emer dan Tito. Kok banyak? Ya begitu. Backstory yang agak panjang dulu.


Tim Hore, Party Breaker

Kamis, 12 April 2018


     Teruntuk teman-teman, wali / orang tua murid dan wali kelas di acara yang seharusnnya bertajuk senang dan gembira ini, maaf.

Maaf atas sifat apatisnya
Maaf atas sifat susah diajak ngobrolnya
Maaf atas sifat perusak hawa kesenangannya
Maaf atas maaf atas maaf atas maaf atas


     Kalian ga salah, wali murid ga salah, wali kelas ga salah. Pengurus kelas ga salah, manusia-manusia penunggu karaoke itu ga salah. Semua hanya bawaan dari sebelum berangkat. Semua hanya bawaan temporal akibat peristiwa-peristiwa kecil yang sebenarnya tidak logis bila dianalisis. Semua hanyalah fase buruk di saat yang tidak tepat.


     Banyak yang perlu dibicarakan, tidak ada yang mau dibicarakan. Mungkin tidak ada juga yang mau diajak menjadi lawan bicara. Takut, kesal dan sedih itu ada, bosan itu tidak ada. Sifat sedang ingin menyendiri itu ada, sifat selalu ingin sendiri saja itu tidak ada. Jangan jadikan hari ini patokan kedepannya karena hari ini hanyalah fase buruk di saat yang tidak tepat.

Naik Level

Selasa, 10 April 2018


     Apakah anda termasuk salah satu atau lebih dari kategori dibawah ini?
1. Bosen main emel
2. Terlalu jago main emel, udah ga menantang lagi
3. Temen-temen mulai jarang main emel
4. Bosen dapet tim isinya fighter dan assassin semua
5. Zilong selalu afk
6. Yg pick Miya gabisa main
7. Rank temen pada jauh, gabisa ranked bareng

Motivasi dan Demotivasi

Minggu, 25 Maret 2018


     USBN tersisa 2 hari lagi, dengan segala kecerdikan dan kelicikan para siswa berhasil melewati 5 hari pertama di minggu pertama USBN dengan selamat, walau ada satu atau dua kasus yang menjerat tetapi kasus tersebut hanya menjerat segelintir orang yang kurang beruntung baik karena timing yang salah atau karena adanya miscommunication dengan pengawas. Bagi kalian yang masih memiliki reputasi bersih, selamat. Nama baik anda hanya perlu 'dipertaruhkan' sedikit lagi sebelum menghadapi UN, dimana semua orang bisa memulai kehidupan baru dimata pengawas-pengawas asing. Pengawas asing tidak tahu dan mungkin tidak peduli bagaimana anda menjalani proses pendidikan pra-UN. Nyontek 24/7 , bolos lebih dari 30 hari, yadda yadda yadda, semua itu tidak penting lagi. Yang penting adalah bagaimana anda menjalani UN dalam pengawasan guru-guru asing ini.